Assalamu’alaikum wr. wb perknelkan nama saya Ardaman, lahir pada 28 juli tahun 1995 di kota pandeglang, tepatnya diesebuah kampung kecil di desa kertaraharja 2. Lahir dari keluarga yang kurang mampu dengan Ayah bernama Muhani dan Ibu Asminah.

pekerjaan orang tua sebagai kuli kerja serabutan, merantau selama puluhan tahun sampai akhirnya menetap di perantauan beserta keluarga semuanya. Saya memiliki seorang akak benama Rasman dan adik bungsu perempuan bernama Mutia Agustina yang ketika saya menulis ini masih duduk dibangku smp kelas 2.

Data Pribadi:

Nama Lengkap: Ardaman Thoyyibal Khottob
Nama Panggilan: Ardaman
Nama Keluarga : Amad
Tempat, Tgl Lahir :  Pandeglang, 28 Juli
Agama: Islam
Tinggi / berat badan: 169/60
Hobi / kegemaran : Reading & Sharing
Golongan darah : A+
Suku: Sunda
Nomor HP : 085155445631
Alamat e-mail : [email protected]

Pendidikan:

  • (2003-2009) SDN 2 Kertaraharja. BANTEN
  • (2009-2012) SMPN 4 SOBANG. BANTEN
  • (2012-2015) SMAN 1 MERLUNG. JAMBI

Pekerjaan:

  • Pernah bekerja sebagai marketing kredit eksekutif (MCE) FIFGRUP. Jambi
  • Pernah bekerja sebagai Cleaning Service mall PGC (PT. VSJ). Jakarta Timur
  • Pernah bekerja sebagai Loundry (Mencuci kain) AQUARIUM HOTEL. Pangandaran
  • Pernah bekerja sebagai all staf hotel di SBC HOTEL.  Pangandaran
  • Pernah bekerja sebagai pemanen di perkebunan kelapa sawit. Jambi

Bisnis yang diikuti :

Motto hidup

  • Tidak perlu fanatik, fleksibel dan jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain.
  • Membuat diri agar bisa menebar manfaat bagi orang lain, bagi makhluk dibuminya Allah sesuai perintah-Nya.

Misi pendidikan

  • Membuat orang sadar bahwa pendidikan sesuatu yang seru untuk dijalani jika memahami esensi dari pendidikan.
  • Mengubah paradigma orang yang beranggapan bahwa sekolah hanya menghabiskan biaya. Mereka harus sadar bahwa tidak sekolahpun tetap butuh uang untuk kepentingan pribadi yg tidak ada ujungnya.
  • Mengubah presfektif orang lain bahwa anak yang lahir dari anak petani, bisa menjadi orang hebat. anak petani bisa menjadi lebih dari seorang petani sebab pendidikannya dan terus belajar.

Buku bacaan  favorit :

Fiksi atau Nonfiksi Ilmiah, buku bisnis, dan buku-buku motivasi pengembangan diri.

Tokoh Inspirasi :

  • Ustadz Yusuf Mansur
  • Dr. Zakir Naik
  • Ippho Santosa
  • Jamil Azzaini
  • Dewa Eka Prayoga
  • Saptuari Sugiharto
  • Jaya Setiabudi
  • Rendy Saputra
  • Asdin Al Mufiid
  • Aa Gym
  • jack Ma
  • Antony Robin
  • Merry Riana

Kesuksesan yang pernah diraih/dirasakan :

  • Juara 1 Fisika OSN Fisika Kab. Tanjab Barat tahun 2014.
  • Mengikuti seleksi OSN Tingkat Provinsi Jambi 2014
  • Melaksanakan Pelatihan Akbar persiapan OSP (Olimpiade sains Provinsi) di Jakarta Selatan.
  • Membantu mengajar Olimpiade Fisika tahun 2015 & 2016 dan (dg izin Allah berhasil lolos Seleksi kabupaten).

Beberapa Impian :

  • 1  Tahun mendatang :  Masuk Perguruan Tinggi. Bisa mendapatkan beasiswa ke Amerika.
  • 5  Tahun mendatang (setelah lulus kuliah) : Ikut serta membantu mencerdaskan anak bangsa. Dapat menjadi trainer dalam dunia pendidikan dan bisnis coach.
  • 10  Tahun mendatang : Dapat terus berkarya untuk Indonesia , bisa terus bermanfaat untuk orang lain, hidup bahagia bersama keluarga, menjadi manusia yang dikenal baik sebagai inspirator banyak orang.
  • Sebelum usia 30 tahun : Menjadi penulis, Trainer Muda, NLP Mastery Certified.
    Sukses bisnisnya, berkah hidupnya.
Karangan singkat tentang  riwayat hidup  dan  citacita  besar  yang  ingin diraih serta usaha yang akan dilakukan untuk meraihnya.
Saya mulai kisah ini dari ketika nenek saya masih hidup, ibu dari Orang tua saya sekitar 25 tahun yang lalu. Rumah pertama saya di kampung angkat, terbuat dari bambu dan atap ilalang.
Setelah beberpa waktu rumah kami di pindahkan di pinggir sawah. Saat itu saya tinggal bersama ibu dan nenek, ayah saya merantau dari semenjak saya masih kecil, tentu saja untuk menafkahi kami dan meskipun pulang. Suatu ketika di pagi hari saya tidak tau apa sebabnya peristiwa  yang suda remang2 di otak saya persisinya melihat nenek saya meninggal di tiang gantung diri, itu hal yang mengerikan bagi saya saat ini, tapi ketika itu masih kecil saya tidak begitu menakutkannya.
sekilas espisode itu selesai, setelah nenk meninggal di rumah itu dengan cara tragis. kami memutuskan untuk pndah rumah. Saat itu di tahun 2000an.
Kami pindah hanya bersebrangan dengan sawah berjarak kurleb 1 km, beli rumah baru di kampung baru. episode kedua dalam hidup. Saya masih blm sekolah ketika usia 7 tahun, namun dipaksa untuk ikut-ikutan bersama temen yg sekolah supaya saat masuk sudah mengenal lingkungan.
Dalam bagian ini saya akan memaparkan latar belakang pendidikan selama dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas yang hruk pikuk mengarungi banyak hambatan.
Saat masih kelas 1, tulisan pertama saya dimuat dengan font ular. Namun standar guru saya saat itu nilainya 6,0 ga ada nilai angka 0 untuk belajar menulis. Jadi saya tidak ingan kapan mendapat nilai 0 dari pertama belajar samapai lulus SMA. Tidak ada kata benar dan salah, yang bisa saya pelajari saat itu hanya benar dan belajar.
Kelas kami saat itu ada 1 untuk kelas 1 dan 2. jadi kelas 1 masuk dari jam 8 sampai jam 10 dan kelas 2  masuk jam 10 sampai jam 12. kami belajar hanya 2 jam.
Kisah tragedi saat masih kelas 2, saya mengalami kecelakaan jatuh dari pohon kacapi (daya tdk tau bahasa indonesianya apa, isinya seperti manggis tapi bijinya keras dan buahnya ada yang manis dan asam bisa cari di google). Jatuh dari pohon tinggi kurang lebih 15 meter. Paha saya remuk, ada yg bilang kena dahan pohon dan bagian tenggorokan bengkak. Tidak sadarkan diiri katanya selama 2 jam-an, saya tidak ingat apa-apa saat seteleh itu. karena dahan yang ssebagai tumpuan patah. orang tau saya adalah pemanjat sampai pucuk tidak takut ketinggian dan kesukaran dalam memanjat.
Saya lewatkan kisah itu, orang tua saat itu ibu lagi di Jakarta dan Bpk lgi di Sumatera. sejak kecil saya sering tinggal bersama nenek dan kakek dari bapak. Setelah mulai bisa digerakan kakinya. Saya pulng k rumah dan berjalan pakai tongkat. Jada selama itu belum terjadi, saat hanya bisa duduk aja, Pipis buang air besar semuanya disitu. Untungnya rumahnya panggung, jadi tidak begitu menyulitkan. Belum bisa tidur ke samping kiri atau ke kanan. Kesulitan itu terjadi selama 2 bulan lebih tibalah berjalan menggunakan tongkat, dan mulai kembali kesekolah menggunakan tongkat kayu.
Saat sekolah kami senang membaca bku bergambar, dan sering membobol lemari sekolah. karena fentilasiny udah rusak jadi masuk lewat sana, Macam2 buku kami baca untuk hiburan dan mungkin sedikit belajar. temen2 seangkatanku berguguran sejak kelas 2 SD, banyak yang tidak lanjut memilih untuk bekerja bantu orang tua dan menghabiskan waktu di alam bebas.
Dari tempat kelahiran saya yang sampai tingkakt SMA hanya saya sendiri yg berhasil melawan seleksi alam, orang tua mereka sering mengatakan sekolah cukup sampai bisa nulis dan membaca. Itu saja. tapi orang tua saya berbeda dan semngat saya belajar juga teru menerus berkembang untuk menjadi berbeda dari yang lain.
Episode cinta yang seru, saya mulai menyukai anak gadi ketik duduk di kelas 4, wanita cantik yang entah kenapa saya suka dengannya, saya sring mengirim surat dan mencari perhatiannya tapi semuanya gagal. karena masih kecil, hanya keseruan aja. saya suka mendekati wanita, kebiasan kami memeluk wanita2 itu dari belakang, mengagetkannya. Sering mencuri orang yang jualan mainan, bebrapa kami curi untuk perempuan. Kebiasan itu berhenti setelah masuk bangku SMP.
Saya singkat menjadi espisode ketiga, setelah saya SMP, memutuskanbeli rumah lagi dari sodar karena mau pindah orangnya, rumah itu di asal tempat saya lahir, jadi balik lagi ke asal.
Jarak dari dari rumah ke sekolkah kurang lebih 2 km, setiap hari berjalan kaki. kami tidak punya kemampuan daya beli  tapi mampu bertahan hidup. Sampai saya smp orang tua masih merantau, di tempat kampung halaman memang susah dapat kerjaan setiap hari. begitulah untuk bisa mencukupi hidup kami.
(Coming soon)…..